background

Sunday, December 25, 2011

Trip To Pontianak (Part 3)

Setelah tugu replika, pada hari ketiga fieldtrip pun kami akhirnya berkesempatan untuk mengunjungi Tugu Khatulistiwa yang asli yang berlokasi di wilayah kecamatan bagian utara kota Pontianak. Suhu terasa semakin tinggi ketika turun dari bus dan mulai memasuki area tugu. Entah karena suhu saat itu sedang berada pada titik tertingginya berdasarkan waktu atau sugesti oleh karena saat itu kami tengah berada di lokasi titik 0 derajat.  

Perasaan bahagia pun muncul ketika tugu andalan kota Pontianak ini langsung terlihat dari pintu gerbang begitu  memasuki kawasan hingga mulai mendekat ke arah museum dan memasukinya. Kapan lagi bisa berkunjung ke lokasi geografis bersejarah ini selain kesempatan fieldtrip bersama rekan-rekan arsitektur lanskap! :)

 Menuju ke arah tugu dari arah pintu masuk

Tugu Khatulistiwa 

 Ukiran di sudut atas dinding museum

Pembangunan yang dilakukan terhadap tugu telah mengalami perubahan sebanyak 4 kali :
1.Tugu pertama dibangun tahun 1928 berbentuk tonggak dengan anak panah.
2.Tahun 1930 disempurnakan, berbentuk tonggak dengan lingkaran dan anak panah.
3.Pada tahun 1938 dibangun kembali dengan penyempurnaan oleh arsitek Silaban. Tugu asli tersebut dapat dilihat di dalam gedung.
4.Pada tahun 1990, kembali Tugu Khatulistiwa tersebut direnovasi dengan pembuatan kubah untuk melindungi tugu asli serta pembuatan duplikat tugu dengan ukuran lima kali lebih besar dari tugu aslinya. Peresmiannya pada tanggal 21 September 1991.
(Dinas Budaya dan Pariwisata Kalimantan Barat, 2010)


Tugu Khatulitiwa sepanjang masa.
Foto-foto ini saya dapatkan dari dalam museum Tugu Khatulistiwa.


1949

1951

1975

1984

1990-2006

Terdapat dua hal yang telah menarik perhatian saya terhadap tempat ini. Pertama, lokasi tugu yang sangat berdekatan dan langsung berhadapan dengan Sungai Kapuas. Perahu-perahu terlihat berlabuh di tepian, seperti tengah berada di dermaga yang cukup besar. Sayang sekali perahu-perahu tersebut terlihat begitu menutupi area tugu, sehingga pemandangan sungai dari dalam area kurang tereksplorasi dengan baik. Sepertinya area tersebut memang digunakan sebagai pelabuhan.

 Pemandangan tugu dari arah taman yang langsung 
berhadapan dengan sungai

Pemandangan sungai dari taman tugu

Selain keberadaan sungai dengan perahu-perahu besarnya yang begitu menarik perhatian, hal lain yang menarik perhatian saya adalah peristiwa terjadinya titik kulminasi yang terjadi dua kali dalam setahunnya, yang sekaligus dapat mengundang perhatian turis untuk melihat secara langsung fenomena alam ketika matahari tepat berada di garis Khatulistiwa. Peristiwa ini biasa terjadi pada tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. 

Dokumentasi peristiwa terjadinya titik kulminasi

All photos were taken with LG Cookie Fresh GS290 mobile phone on November 20th, 2011 and edited by Widyastuti Utami 

No comments:

Post a Comment

Cute Line Smiley Cute Line Smiley Cute Line Smiley