background

Tuesday, April 23, 2013

Sunny

Seneng banget akhirnya bisa nonton lagi film Korea yang ceritanya bagus. Berawal dari ngacak-ngacakin isi hardisk temen gw, nemu juga film ini :D
Salah satu yang bikin gw tertarik buat nonton film ini adalah tema persahabatan di mana karakter masing-masing pemerannya diceritakan dengan cukup baik, terlebih dengan alur campuran yang diusung oleh film ini. Ceria, bikin terharu juga, cukup ringan untuk disimak, nggak ngebosenin, ada kisah cintanya juga. 

Film ini menceritakan tentang kisah persahabatan tujuh orang siswi sekolah menengah yang sudah 25 tahun berpisah, akhirnya dipertemukan lagi dari sebuah pertemuan secara tidak sengaja di rumah sakit karna salah satu anggota mereka, sang leader, menderita penyakit kanker. Na Mi (pemeran utama) yang saat itu telah menjadi seorang ibu, bertemu Chun Hwa (leader) yang tengah terserang penyakit kanker. Sebagai permintaan terakhirnya sebelum ia meninggal, Chun Hwa meminta Na Mi untuk mencari lima orang sahabat mereka yang lain yang telah lama hilang kontak. Melalui jasa detektif, akhirnya pertama kali Na Mi bertemu dengan  Jang Mi, yang saat dewasa bekerja sebagai agen asuransi. Saat remaja, ia sangat hobi menggunakan bulu mata palsu agar matanya terlihat lebih besar. Kemudian Jin Hee, yang saat dewasa menikah dengan pria kaya, dan banyak melakukan operasi plastik. Dulu saat berkelahi dengan geng cewe musuh mereka, dia yang paling pandai mengeluarkan kata-kata kasar. Mereka berempat inilah yang paling banyak diceritakan di dalam film. Ketika saling bersenda gurau di rumah sakit, bahkan berkelahi dengan siswi SMA demi membela anak tiri Na Mi. Mereka pun kemudian menemukan Geum Ok dan Bok Hee yang bernasib buruk. Geum Ok tinggal di sebuah rumah yang sempit bersama mertuanya yang jahat, sedangkan Bok Hee menjadi wanita club malam yang hidupnya sangat merana. Dulu, Geum Ok sangat kuat meski penampilannya seperti anak sekolahan yang rajin,sedangkan Bok Hee suka bersolek dan bercita-cita menjadi Miss Korea. Su Ji adalah sahabat mereka yang terakhir yang paling sulit ditemukan. Su Ji saat dewasa hanya sekilas diperlihatkan, ia muncul di akhir cerita saja. Saat remaja, Su Ji memiliki paras yang sangat cantik, bahkan mereka sepakat bahwa suatu hari nanti ia pasti sukses menjadi seorang model majalah. 

Akhir film ini bisa dibilang sad ending, pasti tau lah kalau ada yang sakit parah ujung-ujungnya kaya gimana.. Yup, memang menyedihkan. Meski akhirnya mereka kembali bisa bersama, namun leader mereka, Chun Hwa, akhirnya meninggal dunia. 

source: polygrafi.wordpress.com

source: weeatlemon.blogspot.com

Paling seru kalo udah nyeritain masa-masa muda, karna akan ada intrik persahabatan, geng lawan, hingga kisah percintaan. Na Mi sebenarnya adalah siswi baru, namun karna Chun Hwa menyukai tingkahnya yang innocent, ia pun akhirnya masuk ke dalam geng besutan Chun Hwa tersebut. Nama Sunny terbentuk atas hasil kesepakatan mereka bersama. Awalnya Su Ji tidak menyukai Na Mi karna Na Mi berasal dari asal kota yang sama dengan ibu tiri Su Ji. Na Mi sangat mengagumi kecantikan Su Ji. Meski awalnya tidak suka dengan kedatangan Na Mi, akhirnya mereka pun menjadi lebih dekat. Kisah cinta pada film ini muncul ketika mereka bermain di rumah Jang Mi. Kakak Jang Mi membawa teman-temannya ke rumah, salah satu dari mereka bernama Jun Ho sempat menarik perhatian Na Mi yang saat itu menjadi kali pertamanya bertemu dengan Jun Ho. Meski sudah semakin dekat dan terus berusaha untuk bisa lebih dekat dengan Jun Ho, namun ia harus patah hati karna sebenarnya Jun Ho berpacaran dengan Su Ji. Tidak hanya mereka bertujuh, Jun Ho saat dewasa pun diperlihatkan pada film ini. Moment kemunculannya, saat Na Mi ingin memberikan lukisan wajah Jun Ho kepada pria itu karna saat ia remaja belum sempat memberikannya. Perpisahan dari kebersamaan geng Sunny berawal dari seorang murid cewe yang agak psycho, yang awalnya terobsesi untuk menjadi salah satu bagian dari Sunny. Karena perangai buruknya, Chun Hwa tidak menyukai dia. Si cewe psycho itu mulai bertindak aneh ketika di kantin bertemu dengan Na Mi, padahal sebentar lagi Sunny bakal tampil di panggung untuk mengisi acara sekolah. Sahabat Na Mi yang lain berusaha untuk membebaskan Na Mi dari perangkap si cewe psycho, namun tanpa sengaja, Su Ji yang saat itu justru sedang bersikap cool, wajahnya yang mulus itu pun tergores oleh pecahan kaca botol yang ada di dalam genggaman si cewe psycho. Sunny pun berpisah karna akhirnya mereka dikeluarkan dari sekolah. 

(Jin Hee - Chun Hwa - Su Ji - Jang Mi - Na Mi - Bok Hee - Geum Ok)
source: coffeeholifemme.worpress.com

source: kaist455.wordpress.com

Di film ini yang gw kenal cuma Kang So Ra (Chun Hwa) sama Min Hyo Rin (Su Ji), dan baru tau juga kalau yang jadi si cowo ganteng itu yang main di Love Rain.. (dan gw belum pernah nonton Love Rain,haha). Dan...Min Hyo Rin buat gw cantiknya itu totalitas! Mungkin ini kali pertamanya gw liat dia ada di film, karna sebelumnya gw lebih sering liat dia di aktivitas modellingnya. Yang jadi cowonya juga kerennya totalitas!haha.. apalagi waktu pertama kali muncul di film ini. Pokonya suka banget deh sama filmnya, era 80an-nya dapet, suasananya colorful, cowo yang dipilih juga keren :3 kayanya bakal gw tonton lagi deh ni film. Intinya kalo pengen nonton cerita yang ringan, garfik emosional yang naik turun tapi nggak terlalu signifikan, film ini mungkin bisa jadi pilihan :)

source: google.com

source: tumblr.com

source: google.com

Wednesday, January 16, 2013

11 Bulan Mendung-Cerah

Setelah 11 bulan bergelut dengan skripsi, dengan mengucap syukur alhamdulillah akhirnya gelar Sarjana Pertanian pun akhirnya berhasil gw dapatkan :D akhirnya gw lulus (bersyarat)....!!! Seneng banget kegalauan itupun akhirnya usai sudah, walaupun perjalanan ini tidak hanya cukup berhenti sampai hari kemarin saja, karna untuk beberapa langkah lagi masih ada hal-hal yang harus gw tempuh (revisi dll) buat bisa dapetin sebuah 'tiket' berharga buat gw bisa kerja. Entah bakal masuk bidang konsultan, developer, atau murtad ke bidang desain grafis,hahaha... Here it is! rutinitas selebrasi berfoto saya dan kawankawan

Kolokium
Photo by Danur Febyandari

Seminar
Photo by Syamrezza Fahlevi

Sidang

Penasaran sama judul skripsi gw? (abaikan) Jadi setelah gw coba tahan-tahan untuk beberapa waktu lamanya, akhirnya..here it is! 'Studi Keragaman dan Fungsi Ekologis Pohon pada Lanskap Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan'. Kenapa gw pilih judul penelitian ini? Awalnya judul yang gw ajukan adalah lebih ke arah perancangan taman lingkungan dengan elemen tanaman berupa tanaman-tanaman hortikultur, jadi ceritanya pengen buat konsep yang nggak kaya biasanya. Namun takdir berkehendak lain, gw pun dapet dosen yang basicnya lebih ke arah tata hijau. Enggan ujung-ujungnya harus punya dua dosen pembimbing dengan salah satunya berasal dari bidang perancangan, akhirnya gw memutuskan buat ganti judul, dengan tema yang sama kaya judul yang gw ambil sekarang, tapi lokasinya di Setu Lembah Gurame, Depok. Setelah coba diskusi sama dosen pembimbing gw, beliau pun menyarankan supaya gw bisa ngambil penelitian di Setu Babakan. Ingin supaya chemistrynya lebih dapet dengan beliau, akhirnya gw 'sebagai mahasiswa yang baik' pun langsung aja ngikutin saran beliau. Walaupun sebenernya ada alesan lain dari gw pribadi. Pertama, berhubung gw jarang rekreasi (bersyukur ada di arsi lanskap jadi setidaknya ada moment buat ke luar kota bahkan pulau :3), makanya dengan penelitian inilah bisa jadi alesan gw buat sering-sering jalan ke luar, naik kereta sana-sini, intinya biar ga cupu deh,ahahaha. Satu lagi, bahkan gw sempet berpikir, semoga dengan penelitian ini bisa terbuka kesempatan buat ikutan semacam student conference ke luar negeri (ngarep ke Korea) karna menurut gw topik tentang tata hijau yang punya keterkaitan dengan unsur budaya (dalam hal ini tentang kearifan lokal) lagi santer-santernya gitu deh (ngarep tingkat dewa). Walaupun sempet down juga karna ngerasa salah milih judul, makanya sempet gw tinggalin agak lama. Di saat-saat itu gw malah pengen punya judul perancangan site furniture buat taman edukasi, lebih kaya desain produk gitu. Jadi semacam inovasi pot bunga yang karakternya dinamis untuk melatih anak lebih menghargai dan mencintai tanaman. Untungnya masa-masa itu ga bertahan lama, dan gw pun kembali ke jalan yang lurus :'3

Area rekreasi Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan itu unik, ruang terbuka hijau dengan danau di tengahnya yang nggak hanya menawarkan fungsi ekologis melalui hijauan, tapi juga ada aktivitas sosial dan elemen-elemen lain yang mengandung unsur budaya Betawi. Pokoknya beda banget dari ruang terbuka hijau publik yang lain deh. Tiap hari Minggu selalu ada pentas budaya, jajanannya juga banyak. Ada bir pletok, kerak telor, soto betawi, dan jajanan-jajanan lain kaya es-es, cemilan dan warung-warung makan. Ada balon jugaa..yang jualan souvenir juga ada kaya boneka ondel-ondel sama mobil-mobilan kayu. Bahkan ada kaset-kaset radio sama merchandise dari alm. Benyamin. Lagu beliau pun kerap terlantun menemani santap siang dan rekreasi pengunjung. Oh iya ada bebek-bebekan juga di danaunya (banyak banget ya). Ada lagi yang unik, petugas parkirnya pake kostum Betawi juga,lho. Pernah waktu beli kerak telor waktu pertama kali ke sana, gw disapa pake sebutan 'mpo' sama penjualnya,hihi. Intinya tempat rekreasi rakyat yang murah-meriah tapi unik, apalagi buat daerah macam Jakarta. 

Nelayan tambak
Photo by Rheza Ardiansyah

Kios makanan ringan
Photo by Widyastuti Utami

Rainbow eucalyptus
Photo by Rheza Ardiansyah
Rumah warga
Photo by Rheza Ardiansyah
Bir pletok
Photo by Rheza Ardiansyah
Rekreasi sepeda air
Photo by Widyastuti Utami
Santap siang sembari menikmati pemandangan danau
Photo by Widyastuti Utami
Kursi-kursi tempat makan
Photo by Widyastuti Utami
Pentas budaya
Photo by Widyastuti Utami
Parkir padat di Hari Jadi Kota Jakarta
Photo by Widyastuti Utami
Arsitektur bangunan khas Betawi
Photo by Widyastuti Utami
Jalur jalan lingkar setu
Photo by Widyastuti Utami

Sunday, January 13, 2013

Coming Soon

Handmade blank notes/sketch book creation


Cute Line Smiley Cute Line Smiley Cute Line Smiley